HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN
12 September 2012 - dibaca : 34.145 kali

HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN

Hipertensi dalam kehamilan bahwa wanita telah menderita telah menderita hipertensi sebelum hamil, atau disebut juaga preeklamsi tidak murni. Superimposed preeklamsi bila disertai dengan preeklamsia dan oedem. Namun dapat pula dijumpai hipertensi dalam kehamilan yang mempunyai  dasar lain. Ada kalanya hipertensi yang sebelumnya sudah ada dapat diperberat keadaan penyakitnya dengan kehamilan. Hipertensi gestasional adalah Setiap bentuk hipertensi awitan baru yang muncul dalam kehamilan. Hipertensi dalam kehamilan berarti tekanan darah meninggi saat hamil. Keadaan ini biasanya mulai pada trimester ketiga, atau tiga bulan terakhir kehamilan. Kadang-kadang timbul lebih awal, tetapi hal ini jarang terjadi. Tidak diketahui mengapa tekanan darah bisa meninggi di saat hamil. Keadaan ini paling sering terjadi pada hamil anak pertama, dan lebih jarang pada hamil anak selanjutnya.

Hipertensi adalah tekanan darah arterial yang tinggi menetap. Ada berbagai kriteria yang diajukan sebagai batasannya yaitu berkisar dari 140 mmHg sistolik dan 90 mmHg diastolik hingga setinggi 200 mmHg sistolik dan 110 mmHg diastolik. Hipertensi dalam kehamilan adalah komplikasi serius trimester kedua-ketiga, dengan gejala klinis, seperti: edema hipertensi, protein-uria, kejang sampai koma dengan umur kehamilan di atas 20 minggu, dan dapat terjadi antepartum-intrapartum-pascapartum. Hipertensi dalam kehamilan mencakupi hipertensi karena kehamilan dan hipertensi kronik (meningkatnya tekanan darah sebelum usia kehamilan 20 minggu). 

Nama:
Email:
Website:
Isi:

Terpopuler