Penyumbatan Saluran Tuba
14 Oktober 2012 - dibaca : 32.379 kali

Penyumbatan Saluran Tuba

Tanya:
Saya (28), sudah menikah empat tahun. Waktu usia pernikahan lima bulan sudah rutin konsultasi ke dokter dan menjalani program kehamilan. Dari pemeriksaan sperma suami hasilnya normal dan bagus. Saya juga sudah periksa HSG dan diketahui ada penyumbatan saluran tuba kanan dan kiri (non Patien tuba dengan Hydrosalphix Bilateral).

Kemudian saya menjalani "tiup" dan hasilnya tuba bagian kiri perlengketannya bisa terbuka. Kemudian saya menjalani terapi Diatermi sebanyak 12 kali tetapi sampai saat ini belum juga bisa hamil. Selama dua bulan mulai terlambat haid selama tujuh hari tapi keluar darah haid lagi. Siklus rutin 28 hari sekali.

Langkah apa yang bisa saya lakukan agar bisa hamil? Apakah ada gejala saya lemah kandungan, mengingat tiap kali mulai terlambat haid kemudian saya capek dan haid, saya langsung haid lagi? Makanan apa yang seharusnya saya konsumsi dan saya hindari? Mohon sekali solusinya.

(Rahma Suryantoro - Bogor)

Jawab:
Sebaiknya dilakukan pemeriksaan laparoskopi operatif, yaitu suatu prosedur pembedahan minimalis dengan memasukkan semacam alat teropong ke dalam rongga perut kemudian melakukan pembedahan untuk menghilangkan sumbatan pada saluran telur ibu.

Adanya hidrosalping menunjukkan ibu telah lama menderita infeksi pada kedua saluran telurnya sehingga terjadi sumbatan dan penumpukkan cairan di dalamnya.

Seandainya saluran telur tersebut sudah tidak dapat diperbaiki, maka hidrosalpingnya harus dibuang dan ibu beralih ke program kehamilan dengan bayi tabung. Bila penyembuhannya tidak optimal atau masih ada sumbatan sebagian, maka ibu memiliki risiko tinggi terkena kehamilan di luar kandungan.

Hamil di luar kandungan adalah adanya kehamilan bukan di dalam rongga rahim, tetapi ada di saluran telur, indung telur, mulut rahim atau di dalam rongga perut. Sebaiknya ibu berobat ke klinik fertilitas agar dapat ditangani lebih optimal.

Nama:
Email:
Website:
Isi:

Terpopuler