"/>
Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
Pria Lebih Suka "Foreplay"?
14 Oktober 2012 - dibaca : 81.963 kali

Pria Lebih Suka "Foreplay"?

Sebuah studi dari University of New Brunswick, Kanada, membeberkan fakta yang teramat penting. Ternyata pria diam-diam lebih menyukai dan membutuhkan foreplay daripada perempuan. Bayangkan saja, jika perempuan membutuhkan 13 menit untuk “bersiap-siap“, maka 18 menit adalah waktu foreplay yang ideal bagi para pria.

Dengan kata lain, sudah tidak zaman lagi terkungkung oleh pikiran bahwa hanya perempuan yang perlu “dipancing“ agar terangsang di ranjang. Atau, berprinsip bahwa perempuan harus menunggu inisiatif suami sebelum berhubungan seks. Padahal sebenarnya pria senang jika perempuan berinisiatif lebih dulu. Karena ini berarti Anda menginginkan keintiman sebesar ia menginginkannya. Artinya ini adalah kesempatan bagi para istri untuk memanjakan suaminya sebelum “bertempur“ di ranjang. So, berikan foreplay terbaik untuk suami dengan empat langkah mudah ini.

Singkat tapi menyengat
Semua orang tahu bahwa pesan yang singkat dan padat cenderung lebih dimengerti. Dalam kehidupan seks pun pesan singkat dan padat bisa membuat asmara makin menggelora. Rahasianya, buat pesan singkat yang menyengat libidonya.

Jika dulu Anda mengiriminya pesan pendek lewat SMS, sekarang Anda bisa dengan mudah mengirimkan pesan, voice chat, atau foto lewat fasilitas chat. Contohnya, di jam makan siang, kirimkan pesan pada suami yang berisi, “Aku mau kamu malam ini!“ atau langsung ke sasaran seperti, “Let’s make love tonight, Honey....“

Pesan semacam ini sudah pasti membuat si dia membayangkan betapa asyiknya pulang ke rumah di hari itu karena sang istri sudah menunggunya untuk berintim-intim. Bukan tak mungkin, lho, hari itu suaminya Anda justru pulang lebih cepat daripada hari biasa.

Butuh aksi
Bagi pria, pertanyaan tanpa kiasan lebih mudah dimengerti. Jika Anda masih pengantin baru atau mungkin belum tahu pasti apa yang suami suka, pancing ia dengan pertanyaan.

Anda harus bertanya apa yang ia suka, apa yang dibutuhkan, dan apa yang ia inginkan. Meski tak harus selalu di ranjang, pilihlah waktu yang pas untuk bertanya. Misalnya saat Anda sedang berduaan dan mengobrol santai. Segelas kopi bisa menjadi “teman“ untuk memulai obrolan semacam ini. Lalu tanyakan secara langsung, “Apa, sih, yang bikin kamu bergairah, sayang?”

Jika ternyata suami Anda lebih senang bermain dengan sentuhan di bagian tertentu pada tubuhnya, maka jangan ragu mengeksplorasinya. Gunakan tangan Anda dan goda ia dengan menyentuh lembut tubuhnya. Atau coba yang paling sederhana namun mematikan. Berbaringlah di pangkuannya ketika Anda berdua sedang menonton televisi. Pegang tangannya, cium jarinya satu per satu sembari memandang matanya. Percayalah, suami Anda pasti langsung mematikan televisi.

Bisikan mesra
Pria juga suka dengan kata-kata yang menggoda. Dibisikkan tepat di telinganya atau setengah berteriak diiringi desah nafas, tak jadi masalah. Istilah populernya, dirty talk. Meski dirty berarti kotor, tak berarti hal ini tabu dilakukan. Toh, sebagai istri Anda mempunyai kebebasan untuk memilih kata-kata yang ingin disampaikan padanya, kan? Lagi pula dirty talk  membantu Anda untuk membuat ia merasa sebagai juara di ranjang. Pria juga menggemari dirty talk karena foreplay semacam ini membuatnya merasa diinginkan oleh pasangannya.

Bila Anda masih “hijau” perihal dirty talk, buat saja pertanyaan yang hanya bisa dijawab hanya dengan kata, “Ya“ atau “Tidak“. Pertama, berikan ia isyarat bahwa Anda siap untuk berhubungan intim dengan melakukan rangsangan yang ia suka. Sembari melakukannya, tanyakan, “Kamu suka ini?“ Anda juga bisa menjelaskan secara rinci mengenai gerakan yang Anda lakukan selanjutnya. Jangan lupa, ucapkan yes or no question tadi dengan tatapan menggoda dan suara yang seksi. Reaksi yang akan didapatkan sudah pasti menakjubkan.

Dramatisasi
Pria adalah mahluk yang sangat visual. Berbeda dengan perempuan yang terangsang melalui apa yang mereka dengar dan rasakan, pria justru lebih terstimulasi secara seksual melalui apa yang ia lihat. Tugas Anda hanya “membumbui” dengan sedikit drama agar ia tercekat.

Taruhlah Anda spontan berniat berhubungan intim selepas bekerja. Perlihatkan sedikit demi sedikit kulit tubuh Anda dengan melepaskan busana kerja perlahan-lahan, sampai suami Anda menahan nafasnya. Jangan lupa tatap ia dengan pandangan yang paling seksi. Mainkan pula rambut Anda. Jika ini adalah “efek samping” dari pakaian kerja, tak terbayang betapa dahsyatnya jika Anda memakai lingerie.

Bicara soal lingerie, mintalah suami Anda untuk membelikannya. Berikan kesempatan bagi suami untuk memilihkan lingerie  yang ia sukai. Ia pasti lebih senang ketika lingerie  pilihannya sudah menempel di tubuh Anda hanya untuk ia seorang.


Terpopuler